Minggu, 22 April 2012
1.Apa yang dimaksud dengan Ilmu Budaya Dasar ? Jelaskan.
2. Jelaskan mengenai manusia dan kebudayaan.
3. Jelaskan mengenai konsepsi ilmu budaya dalam kesusastraan.
4. Jelaskan mengenai manusia dan cinta kasih
1. ilmu pengetahuan tercipta karena adanya kebutuhan manusia untuk menguasai alam semesta dalam rangka mempertahankan kehidupannya. Sesuai dengan perkembangan kebutuhan manusia, ilmu pengetahuan pun berkembang dengan sangat pesatnya.
Ilmu pengetahuan tidak selalu membuat manusia menjadi lebih beradab dan mencapai kesempurnaan hidup, tetapi ilmu pengetahuan juga dapat menjadi bencana bagi manusia dan lingkungannya jika dikelola oleh manusia yang tidak memiliki moral kemanusiaan.
Meskipun secara umum ilmu pengetahuan lebih banyak manfaatnya bagi kehidupanmanusia, tetapi perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri bukannya tanpa kritik.
Kalangan postmodernisme mengkritik ilmu pengetahuan modern yang dianggap mereka telah gagal membentuk kepribadian manusia secara utuh. Ilmu pengetahuan modern pada sisi lain telah membuat pribadi manusia terpecah-belah oleh kepentingankepentingan bisnis, sehingga manusia tidak lagi memiliki jiwa yang independen.
2. Manusia dan kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan. Dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesederhana itu hubungan keduanya? Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya adalah bahwa walaupun keduanya berbeda tapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan. Dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan.
Contoh :
Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
3. KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Dari makna asalnya dulu, sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya. Ilmu sastra adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki secara ilmiah berdasarkan metode tertentu mengenai segala hal yang berhubungan dengan seni sastra. Ilmu sastra sebagai salah satu aspek kegiatan sastra meliputi hal-hal berikut :
A. Teori sastra, yaitu cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang asas-asas, hukum-hukum, prinsip dasar sastra, seperti struktur, sifat-sifat, jenis-jenis, serta sistem sastra.
B. Sejarah sastra, yaitu ilmu yang mempelajari sastra sejak timbulnya hingga perkembangan yang terbaru.
C. Kritik sastra, yaitu ilmu yang mempelajari karya sastra dengan memberikan pertimbangan dan penilaian terhadap karya sastra. Kritik sastra dikenal juga dengan nama telaah sastra.
D. Filologi, yaitu cabang ilmu sastra yang meneliti segi kebudayaan untuk mengenal tata nilai, sikap hidup, dan semacamnya dari masyarakat yang memiliki karya sastra.
Keempat cabang ilmu tersebut tentunya mempunyai keterkaitan satu sama lain dalam rangka memahami sastra secara keseluruhan.Di dalam konsep ilmu budaya dasar ini sastra sangat mempengaruhi seperti yang sudah di jelaskan di atas,manusia adalah makhluk sosial yang di tuntut untuk mencari ilmu,salah satunya ilmu sastra.di dalam sastra manusia juga dapat mempelajari banyak tentang ilmu kesustraan.
4. Manusia dan cinta kasih
Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diatikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai. Cinta samasekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
Cinta bersifat manusiawi
Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
Cinta rasa ingin mengasihi antar sesama
Rabu, 19 Oktober 2011
BAB III ILMU SOSIAL DASAR INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
BAB III
ILMU SOSIAL DASAR
INDIVIDU, KELUARGA, DAN
MASYARAKAT
A. STUDI KASUS
Masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Kekerasan terhadap perempuan
menjadi isu yang paling up to date saat ini. Jumlah kasus kekerasan dalam rumah
tangga (KDRT) sangat memprihatinkan kita. Berita tentang kekerasan dalam rumah
tangga terhadap perempuan seakan tidak pernah usai menyisakan agenda
permasalahan yang harus segera dicarikan jalan keluarnya. Kekerasan terhadap
perempuan tidak terlepas dari adanya ketimpangan hubungan antara laki-laki dan
perempuan.
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bukanlah persoalan domestik (privat) yang tidak boleh diketahui orang lain. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan serta bentuk deskriminasi yang harus dihapuskan. Hal tersebut dikarenakan perempuan mempunyai hak yang sama untuk bebas dan menentukan keinginannya dalam kehidupan yang sesuai dengan norma.
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bukanlah persoalan domestik (privat) yang tidak boleh diketahui orang lain. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan serta bentuk deskriminasi yang harus dihapuskan. Hal tersebut dikarenakan perempuan mempunyai hak yang sama untuk bebas dan menentukan keinginannya dalam kehidupan yang sesuai dengan norma.
(Sumber: Digital Library IAIN Sunan Ampel)
B. PENGERTIAN
KELUARGA
Keluarga adalah unit terkecil
dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang
terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling
ketergantungan. Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung
karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka
hidupnya dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam
perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.
C. PENGERTIAN
MASYARAKAT
Masyarakat adalah sejumlah
manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan
mempunyai kepentingan yang sama. Seperti; sekolah, keluarga, perkumpulan,
Negara semua adalah masyarakat. Dalam ilmu sosiologi kita mengenal ada dua
macam masyarakat, yaitu masyarakat paguyuban dan masyarakat
petambayan.Masyarakat paguyuban terdapat hubungan pribadi antara
anggota-anggota yang menimbulkan suatu ikatan batin antara mereka. Kalau pada masyarakat
patambayan terdapat hubungan pamrih antara anggota-angota nya.
- opini : menurut opini saya adalah seharusnya kekerasan rumah tangga ini tidak terjadi di kehidupan berkeluarga.Kekerasan rumah tangga ini juga termasuk ke dalam pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap manusia yang harus di hapuskan.
BAB II ILMU SOSIAL DASAR PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
BAB II
ILMU SOSIAL DASAR
PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN
KEBUDAYAAN
BAB II
ILMU SOSIAL DASAR
PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN
KEBUDAYAAN
A. STUDI KASUS
Masalah Kepadatan Penduduk
dan Masalah kota Menghadang
Laju pertambahan penduduk
Kota Bekasi, menurut Sensus Penduduk 2000, mencapai 3,49 persen. Pertambahan
penduduk Kota Bekasi lebih besar disebabkan migrasi. Penyebab tingginya migrasi
tidak lain adalah berkembangnya Kota Bekasi menjadi pusat ekonomi dan pusat
bisnis.
”Ini disebabkan letak Kota
Bekasi yang berada di jalur ekonomi yang dinamis, yakni antara Jakarta dan Jawa
Barat,” kata pengamat dari Universitas Islam 45 Bekasi, Harun Al Rasyid. ”Kota
Bekasi berkembang pesat karena terimbas perkembangan Jakarta yang sudah
mencapai titik jenuh,” ujar Harun.
Di pihak lain, tingginya
laju pertambahan penduduk Kota Bekasi menimbulkan beragam persoalan bagi Kota
Bekasi. Mulai dari masalah kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, sampai
transportasi, pendidikan dan kesehatan, serta interaksi sosial masyarakat.
Sampai akhir 2007, jumlah
keluarga prasejahtera di Kota Bekasi tercatat sebanyak 20.448 keluarga, atau
bertambah 1.700 keluarga dibandingkan dengan tahun 2006.
Begitu pula persoalan
pengangguran. Hingga tahun 2006 masih terdapat 187.944 orang di Kota Bekasi
yang menganggur dan sebanyak 43.742 orang lainnya sedang mencari kerja.
Persoalan juga tampak pada
maraknya kasus kriminalitas di wilayah Kota Bekasi. Sosiolog dari Universitas
Islam 45 Bekasi, Andi Sopandi, mengatakan, Kota Bekasi mendapat sorotan kurang
menguntungkan akibat tingginya kasus kejahatan yang terjadi di wilayah ini.
”Terutama kasus narkotika,” kata Andi. ”Hampir 90 persen penghuni LP Bekasi akibat
kasus narkotika,” ujarnya.
Dari catatan Kompas,
sampai Oktober 2008 terdapat 3.213 kasus kriminalitas, termasuk kecelakaan dan
pengaduan masyarakat, yang ditangani jajaran Kepolisian Resor Metropolitan
Bekasi. Padahal, selama 2007, jumlah kasus kriminalitas yang ditangani Polres
Metro Bekasi ”hanya” sebanyak 3.183 kasus.
Problem lain adalah
penyediaan sarana dan prasarana transportasi. Pemerintah Kota Bekasi hingga
sekarang masih berkutat dengan persoalan jalan berlubang atau jalan rusak.
Kerusakan di ruas Jalan Pekayon-Jatiasih-Pondok Gede sudah bertahun-tahun belum
tuntas ditangani.
Hal lain yang juga menjadi
persoalan kota adalah penggunaan lahan. Dari sekitar 21.409 hektar luas wilayah
Kota Bekasi, sebanyak 62 persennya sudah dibangun menjadi kawasan niaga dan
kawasan permukiman. Sementara lahan yang tersisa sebagai ruang terbuka hijau
hanya sekitar 14 persen.
(Sumber: Kompas Cyber Media)
A. PENGERTIAN
ANGKA KELAHIRAN
Angka
Kelahiran Menurut Umur (Age Specific Fertility Rate/ASFR) adalah angka yang
menunjukkan banyaknya kelahiran per 1000 perempuan pada kelompok umur tertentu
antara 15-49 tahun.
ASFR
merupakan indikator kelahiran yang memperhitungkan perbedaan fertilitas dari perempuan
yang terpapar untuk melahirkan yaitu perempuan usia subur dengan memperhatikan
karakteristik kelompok umurnya. Secara alamiah potensi (fekunditas) perempuan
untuk melahirkan berbeda menurut umur, dan menjadi steril setelah menopause
atau usia 49 tahun. Secara sosial ada kecenderungan bahwa saat ini perempuan
ingin membatasi jumlah anak setelah umur 35 tahun. Pengetahuan mengenai ASFR
akan berguna untuk pelaksanaan program KB dan peningkatan pelayanan kesehatan
Ibu dan Anak.
Indikator
ASFR merupakan data dasar untuk mengembangkan proyeksi penduduk, untuk
mengetahui jumlah penduduk menurut umur dan jenis kelamin dimasa yang akan
datang. Hasil proyeksi penduduk merupakan basis data untuk perencanaan
pembangunan manusia di tahun-tahun mendatang.
B.
DINAMIKA PENDUDUK
Dinamika
penduduk adalah Perubahan keadaan penduduk. Faktor kelahiran, kematian dan
migrasi atau perpindahan penduduk menyababkan jumlah penduduk pada suatu negara
selalu mengalami perubahan. Dinamika atau perubahan penduduk cenderung kepada
perkembangan jumlah penduduk suatu daerah atau Negara. Jumlah penduduk suatu
negara dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survei penduduk. Sensus
pertama dilaksanakan pada tahun 1930 oleh pemerintah Hindia Belanda. Sedangkan
sensus yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia di mulai pada tahun 1961, 1971,
1980, 1990,2000 dan yang terakhir 2010.
Jumlah
penduduk Indonesia menempati urutan pertama dalam kelompok negara ASEAN,
Kepadatan penduduk Indonesia berada pada urutan ke-5, yaitu 114 jiwa per km2,
Singapura memiliki kepadatan penduduk paling tinggi dan Brunei Darussalam
memiliki kepadatan penduduk terendah. Pada tahun 2005, laju perumbuhan penduduk
Indonesia menempati urutan ke-6 (1,45% per tahun), setelah Laos (2,3% per tahun)
Filipina (2,0% per tahun) Malaysia (1,80% per tahun), Brunei Darussalam (1,9%
per tahun), Kamboja (1,8% per tahun) serta Singapura dan Thailand (0,8% per
tahun).
Di
negara-negara ASEAN, beberapa negara pertumbuhan penduduknya masih tergolong
tinggi. Akan tetapi secara keseluruhan persentase pertumbuhan penduduk telah
mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
C.
PIRAMIDA PENDUDUK
Piramida
penduduk adalah
dua buah diagram batang, pada satu sisi menunjukkan jumlah penduduk laki-laki
dan pada sisi lainnya menunjukkan jumlah penduduk perempuan dalam kelompok
interval usia penduduk lima tahunan. Penduduk laki-laki biasanya digambarkan di
sebelah kiri dan penduduk wanita di sebelah kanan. Grafik dapat menunjukkan
jumlah penduduk atau prosentase jumlah penduduk terhadap jumlah penduduk total.
Dengan
mengamati bentuk piramida penduduk (serta bentuk piramida penduduk dari waktu
ke waktu), banyak informasi yang didapat mengenai struktur kependudukan sebuah
wilayah.
Usia dan
jenis kelamin penduduk dalam negara atau wilayah tertentu dapat digambarkan
dengan suatu piramida penduduk.
Grafik ini berbentuk segitiga, dimana jumlah penduduk padasumbu X,
sedang kelompok usia (cohort) pada sumbu Y. Penduduk
lak-laki ditunjukkan pada bagian kiri sumbu vertikal, sedang penduduk perempuan
di bagian kanan.
Piramida
penduduk menggambarkan perkembangan penduduk dalam kurun waktu tertentu. Negara
atau daerah dengan angka kematian bayi yang rendah dan memiliki usia harapan
hidup tinggi, bentuk piramida penduduknya hampir menyerupai kotak, karena
mayoritas penduduknya hidup hingga usia tua. Sebaliknya yang memiliki angka
kematian bayi tinggi dan usia harapan hidup rendah, piramida penduduknya
berbentuk menyerupai genta (lebar di tengah), yang menggambarkan tingginya
angka kematian bayi dan tingginya risiko kematian.
DISTRIBUSI
SEGITIGA
Distribusi
piramida penduduk yang berbentuk segitiga (dengan alas di bawah dan lancip di
atas) dapat disebut distribusi eksponensial. Distribusi ini menunjukkan
banyaknya penduduk anak-anak, namun kemiringan yang tajam juga menunjukkan
banyaknya penduduk yang mati antara kelas interval usia. Piramida tersebut
menunjukkan tingginya angka kelahiran, tingginya angka
kematian, serta angka
harapan hidup yang rendah. Piramida penduduk dengan distribusi
seperti ini umumnya dijumpai di negara miskin karena kurangnya akses dan
insentif untuk mengendalikan jumlah penduduk (keluarga berencana),
faktor-faktor lingkungan yang rendah (seperti ketiadaan air bersih) serta
sulitnya akses terhadap layanan kesehatan.
- Opini : Opini saya dari wacana di atas adalah seharusnya pemerintah mengatasi kepadatan penduduk di bekasi ini agar tidak tersebar luas serta menyediakan lahan dan lapangan pekerjaan yang layak untuk para pengangguran di bekasi serta pemerintah juga harus memperhatikan transportasi serta kenyamanan di transportasi agar tercipta kenyamanan..
BAB I ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH DASAR UMUM
BAB I
ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI
SALAH SATU MATA KULIAH DASAR UMUM
A.
STUDI KASUS
Tak Perlu
Malu Hadapi Busung Lapar
Kasus busung lapar tiba-tiba menarik perhatiandan membuat kaget seluruh
elemen masyarakat. Di tengah maraknya berbagai kasus korupsi, di mana
pelakumnya hidup bermewah-mewah di luar batas kewajaran, ternyata masyarakat
lainnya masih kesulitan memperoleh makanan bergizi karena tidak mampu membeli.
Munculnya kasus busung lapar di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
memang mengejutkan, karena selama ini NTB dikenal sebagai lumbung beras
nasional. Setelah kasus ini diangkat ke permukaan dan menjadi perhatian
nasional, gubernur NTB kaget karena di daerahnya ditemukan kasus busung lapar.
Sebenarnya, kasus busung lapar biasa diatasi bila setiap daerah
tidak menganggap remeh persoalan kesejahteraan masyarakatnya. Pembangunan
ekonomi saat ini lebih menitikberatkan terhadap pembangunan fisik semata,
seperti pembangunan jalan tol dan pembangunan pusat-pusat perbelanjaan dengan
menggusur masyarakat miskin. Akibatnya, masyarakat miskin yang seharusnya
mendapatkan perhatian pemerintah justru makin terpinggirkan. Rata-rata
penghasilan orang tua yang anaknya menderita busung lapar masih dibawah
standar. Penghasilan mereka sangat tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan gizi
anak sehingga timbul busung lapar.
Saat ini, selain di NTB kasus burung lapar juga ditemui di
beberapa daerah lain, seperti NTT, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Ironis sekali
memang, selain sebagai pusat perekonomian dan industri, di Jakarta juga masih
banyak ditemui kasus busung lapar dan gizi buruk.
Sebaiknya pemerintah pusat dan daerah tidak perlu malu mengungkap kasus
busung lapar. Fakta tidak perlu ditutup-tutupi. Dengan dibukanya kasus ini
secara gamblang, pemerintah pusat justru memperoleh gambaran lebih lengkap
sehingga bias mengambil kebijakan untuk mengatasinya .
Kasus busung lapar di berbagai daerah memberikan gambaran bahwa
program-program yang menyangkut kesejahteraan rakyat di masa lalu yang pernah
berjalan baik , ternyata saat ini tidak lagi dilakukan secara kontinu.
Pemerintah pun menyadari sehingga program PKK, pekan imunisasi nasional, dan
apotek hidup akan kembali diaktifkan. Dalam mengatasi busung lapar, keberadaan
posyandu sangatlah penting untuk memantau kondisi balita setiap
bulan.
(Sumber: Kompas Cyber Media)
B.
PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR
Ilmu Sosial
Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial yang berasal dari
berbagai bidang pengetahuan dan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial
seperti : sejarah, ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi dan psikologi.
- Opini : Opini diatas dari wacana diatas adalah seharusnya pemerintah bertindak tegas dalam mengatasi busung lapar yang terjadi disetiap daerah supaya persoalan ini dapat terselesaikan dengan baik, selain itupemerintah juga jangan mementingkan sekali persoalan pembangunan pusat perbelanjaan seharusnya pemerintah prihatin atas persoalan busung lapar ini. Satu hal lagi program yang dibuat pemerintah yang mengenai kesejahteraan masyarakat seharusnya berjalan dengan lancar jangan berhenti ditengah jalan supaya kasus busung lapar ini terus berlanjut
Langganan:
Postingan (Atom)